Bogor, Infobogor.net – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menemui langsung ribuan massa aksi sopir angkutan kota (angkot) yang memadati depan Gedung Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Kota Bogor ini dilakukan usai menggelar diskusi tertutup dengan perwakilan koordinator massa aksi untuk mencari jalan tengah atas tuntutan para pengemudi.

Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin menyampaikan hasil kesepakatan terkait rencana penghapusan dan peremajaan angkutan umum yang menjadi keresahan para sopir.

Ia menegaskan bahwa proses peremajaan angkot hanya akan dilakukan setelah Peraturan Wali Kota (Perwali) resmi rampung dan disepakati bersama.

“Perlu saya sampaikan bahwa tadi kita di dalam sudah berdiskusi. Proses penghapusan dan peremajaan akan kita lakukan setelah Perwali selesai. Untuk saat ini, Perwalinya belum dibahas. Nanti dalam pembahasannya, kami akan melibatkan perwakilan dari teman-teman sopir untuk merumuskan peraturannya,” ujar Jenal Mutaqin di hadapan ribuan massa.

Sambil menunggu proses regulasi tersebut berjalan, Jenal meminta agar aktivitas ekonomi masyarakat di lapangan tidak diganggu. Ia juga membawa kabar baik bagi para sopir terkait intensitas pengawasan di jalan raya.

Jenal menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah bersepakat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menghentikan sementara kegiatan razia.

“Hari ini kita sama-sama sepakat, Dinas Perhubungan dipastikan tidak akan melakukan razia dulu sampai menunggu proses pembahasan Peraturan Wali Kota. Poin-poin yang tadi didiskusikan akan segera kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota,” lanjutnya.

Lebih lanjut, politisi tersebut menjelaskan bahwa penyusunan aturan baru ini akan bersifat inklusif dengan melibatkan berbagai organisasi, mulai dari KKSU, Organda, hingga organisasi pengusaha angkutan.

Ia berharap masyarakat dan para sopir dapat membantu pemerintah dalam mengawal regulasi agar aturan yang lahir nantinya dapat diterima oleh semua pihak.

Namun, di tengah komitmen pemerintah tersebut, Jenal memberikan catatan tegas kepada para pengemudi angkot terkait pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta para sopir untuk mulai membenahi etika berkendara, terutama mengenai kebiasaan merokok dan parkir liar yang kerap dikeluhkan warga Bogor.

“Tapi sekali lagi, saya sebagai warga Bogor juga meminta tolong, pengemudi jangan sambil merokok saat membawa penumpang dan tidak berhenti sembarangan atau ngetem yang memicu kemacetan,” tegas Jenal Mutaqin.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi tersebut akhirnya berangsur kondusif setelah massa mendapatkan kepastian langsung dari Wakil Wali Kota.

Para sopir berharap janji untuk melibatkan mereka dalam penyusunan Perwali benar-benar ditepati demi keberlangsungan nasib ribuan keluarga yang bergantung pada sektor angkutan umum.(Sally)