Bogor, Infobogor.net – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bogor resmi memulai tahapan persiapan Musyawarah Kota (MUKOTA) VIII melalui gelaran Rapat Pengurus Lengkap (RPL).

Acara yang berlangsung di Auditorium Graha KADIN Kota Bogor, Minggu (8/3/2026), ini juga dirangkaikan dengan agenda Buka Puasa Bersama.

​MUKOTA VIII diproyeksikan menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kota guna menentukan arah kebijakan serta nakhoda baru kepemimpinan KADIN Kota Bogor untuk periode mendatang.

​Wakil Ketua KADIN Kota Bogor Bidang Keorganisasian, Arwin Syahputra, menjelaskan bahwa pelaksanaan RPL merupakan bagian dari tahapan wajib organisasi. Hal ini sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Organisasi KADIN Nomor Skep/285/DP/IX/2023.

​”MUKOTA diselenggarakan oleh Dewan Pengurus satu kali dalam lima tahun. Pelaksanaannya dapat dilakukan paling cepat dua bulan sebelum atau lambat dua bulan setelah masa jabatan berakhir,” terang Arwin.

​Ia menekankan pentingnya menjaga setiap tahapan agar proses transisi kepemimpinan berjalan tertib, transparan, dan sepenuhnya sejalan dengan konstitusi organisasi.

​Ketua KADIN Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama masa baktinya.

​”Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membersamai KADIN Kota Bogor hingga saat ini dalam memajukan dunia usaha lokal,” ungkap Bagus.

​Senada dengan itu, Ketua Umum KADIN Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan bahwa MUKOTA bukan sekadar seremoni pergantian ketua, melainkan momentum memperkuat soliditas anggota.

​”MUKOTA wajib mengikuti pedoman AD/ART. Ini harus menjadi ruang konsolidasi agar KADIN Kota Bogor semakin kuat dan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Almer.

​Agenda ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari jajaran KADIN Jawa Barat, Anggota Biasa dan Luar Biasa (ALB), perwakilan Pemerintah Kota Bogor, TNI, Polri, DPRD, hingga kalangan akademisi dan organisasi kepemudaan (OKP).

​Selain membahas teknis organisasi, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.(Sally