Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Kontingen Garuda Jadi Korban Serangan Artileri Israel

Lebanon, Infobogor.net – Kabar duka menyelimuti misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) UNIFIL dilaporkan gugur dalam tugas, sementara satu personel lainnya mengalami luka serius akibat serangan artileri militer Israel yang menghantam markas penjaga perdamaian PBB di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).
Insiden tragis ini terjadi saat proyektil artileri meledak tepat di posisi pangkalan Kontingen Garuda yang berlokasi di wilayah Adshit al-Qusayr.
Area tersebut merupakan zona perbatasan paling rawan, di mana intensitas kontak senjata antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Juru Bicara UNIFIL, Candice Ardiel, mengonfirmasi terjadinya ledakan yang menyasar posisi PBB tersebut. Meski membenarkan adanya sejumlah personel yang terluka di dalam area penjagaan, pihak UNIFIL belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas lengkap korban guna menjaga prosedur internal dan pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga melalui negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries).
Selama ini, Pasukan Garuda dikenal sebagai salah satu kontingen paling berdedikasi dalam menjaga stabilitas di sepanjang Blue Line (garis demarkasi Lebanon-Israel).
Di bawah mandat internasional, prajurit TNI bertugas memastikan tidak ada pelanggaran wilayah, meski risiko nyawa menjadi taruhan harian di tengah hujan artileri yang kian tak terkendali.
Gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia ini menjadi pengingat nyata bagi dunia internasional akan risiko tinggi yang dihadapi prajurit TNI.
Pengabdian mereka melampaui batas negara, menjalankan misi kemanusiaan di tengah bara konflik yang terus menyala.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Markas Besar (Mabes) TNI di Jakarta diharapkan segera memberikan pernyataan resmi terkait proses repatriasi jenazah pahlawan perdamaian tersebut ke tanah air.(*)







Tinggalkan Balasan