Bogor Masa Depan: Pemkot Luncurkan BIA 2026 dan Godok 1.066 Usulan Warga di Musrenbang RKPD 2027

Bogor, Infobogor.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor Tahun 2027. Acara yang dihelat di ICC Botani Square pada Rabu (8/4/2026) ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi teknokratis pemerintah dengan aspirasi akar rumput.
Selain merancang program kerja, agenda ini juga dirangkaikan dengan Kick Off Bogor Innovation Award (BIA) 2026 sebagai upaya mendorong daya saing kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Harmonisasi Aspirasi dan Prioritas Nasional
Kepala Baperinda Kota Bogor, Rudy Mashudi, melaporkan bahwa penyusunan RKPD 2027 ini merupakan amanat undang-undang yang mengedepankan sinergi antara pusat dan daerah. Proses panjang telah dimulai sejak Desember 2025 melalui Musrenbang di 68 kelurahan, dilanjutkan ke tingkat kecamatan pada Januari 2026.
”Tujuan Musrenbang hari ini adalah menyelaraskan usulan masyarakat dengan program pemerintah, serta mengintegrasikan program pemerintah pusat dengan daerah,” jelas Rudy Mashudi dalam laporannya.
Rudy memaparkan, dari hasil rekapitulasi tingkat kecamatan dan kota, tercatat ada 1.066 usulan proporsional. Sepuluh besar usulan tersebut didominasi oleh perbaikan jalan permukiman, drainase, alat penerangan jalan (PJU), penyediaan alat kesehatan posyandu, hingga pelatihan keterampilan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa perencanaan kali ini menggunakan empat pendekatan: teknokratif, partisipatif (termasuk Musrenbang tematik untuk disabilitas, anak, perempuan, dan lansia), politis melalui pokok pikiran DPRD, serta pendekatan top-down dari pusat.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa RKPD 2027 harus memberikan ruang luas bagi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Melalui Bogor Innovation Award (BIA) 2026, Dedie ingin prestasi pelajar Bogor yang sudah mendunia dapat menjadi motor penggerak pembangunan kota.
”Nanti kita bisa lihat ya, banyak yang berprestasi di tingkat internasional. Kami ingin tampilkan mereka supaya termotivasi ikut berkontribusi terhadap kotanya untuk masa depan mereka,” ujar Dedie A. Rachim saat wawancara dengan awak media.
Terkait isu perkotaan, Dedie menyoroti pentingnya persistensi dalam menangani kemacetan dan pengelolaan sampah melalui skema aglomerasi dengan Kabupaten Bogor. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah pengolahan sampah berbasis teknologi terbaru.
”Masa depan pengelolaan persampahan Kota Bogor bisa dengan teknologi terbaru, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang akan kita kelola bersama-sama secara regional,” tambah Dedie.
Pemerintah Kota Bogor menargetkan rancangan akhir RKPD 2027 dapat diselesaikan pada Mei 2026 untuk ditinjau oleh APIP dan dievaluasi Gubernur Jawa Barat. Rudy Mashudi optimistis bahwa pada akhir Juni 2026, RKPD tersebut sudah dapat ditetapkan menjadi Peraturan Wali Kota.
”Secara simultan, kami juga memulai rancangan perubahan RKPD 2026 yang didasari prognosis pencapaian semester satu tahun 2025 dan hasil audit BPK,” tutup Rudy.
Melalui Musrenbang ini, Pemkot Bogor berharap dokumen perencanaan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan urbanisasi dan mewujudkan komitmen “Bogor Beres, Bogor Maju.”(Sally).







Tinggalkan Balasan