Bogor, Infobogor.net – Kesuksesan tidak datang dalam semalam, melainkan dibentuk oleh ketelitian, disiplin, dan mentalitas pantang menyerah. Prinsip hidup inilah yang membawa Dadang Sanjaya, seorang pengusaha muda asli putra daerah Kota Bogor, sukses mentransformasi jalurnya dari seorang penjual mie ayam hingga kini menjadi juragan besar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) ayam melalui bendera Andalan Bisnis Grup.

​Kisah perjalanan hidup yang menyentuh dan inspiratif ini dibagikan langsung oleh Kang Dadang sapaan akrabnya kepada media di sela-sela peresmian RPH Ayam Andalan Cifor yang merupakan cabang ke-3 miliknya di Kelurahan Bubulak, Bogor Barat, pada Jumat (19/6/2026).

​Memulai bisnis ayam potong sejak tahun 2022, Dadang mengakui perjalanannya selama empat tahun terakhir menguras banyak tenaga dan pikiran. Namun, dengan tekad kuat serta pendekatan edukasi yang baik, ia berhasil merangkul dan membina anak-anak muda di lingkungannya untuk keluar dari zona malas.

​Di bawah naungan Andalan Bisnis Grup, anak-anak muda tersebut ditempa dengan etos kerja yang tinggi. Dadang menanamkan satu prinsip sederhana namun mendalam kepada timnya, yaitu “Menolak Miskin Wajib Rajin”.

​”Jujur, mengurus bisnis ini menguras tenaga dan pikiran. Namun kuncinya adalah teliti, disiplin, dan tanggung jawab. Alhamdulillah, dengan merekrut anak-anak muda untuk bergabung bersama Andalan, semua berubah menjadi lebih semangat dan rajin,” ungkap Dadang Sanjaya mengenang masa-masa awal merintis usaha, Jumat (19/6).

​Berawal dari langkah kecil pasca-berhenti berdagang mie ayam, bisnis perdagangan ayam potong yang dikelola Dadang kini melesat menjadi salah satu pemasok utama di wilayah Bogor dan sekitarnya. Saat ini, total produksi dari seluruh unit pemotongan milik Andalan Bisnis Grup telah mencapai angka yang fantastis.

​”Untuk bisnis ayam potong sendiri, saat ini kombinasi produksinya berkisar antara 19 sampai 24 ton per hari. Jumlah tersebut terbagi dari tiga tempat pemotongan,” jelas Dadang.

​Tidak hanya dari sisi volume produksi, jaringan pasar yang berhasil dikuasai pun terus menggurita. Dadang membeberkan bahwa lini distribusinya kini telah mencakup puluhan titik strategis di berbagai wilayah, bahkan sudah menembus pasar luar kota.

​”Untuk titik keagenan atau meja ayam potong kami pribadi, saat ini sudah ada di 84 titik yang tersebar di kota dan kabupaten, dan Alhamdulillah sekarang distribusinya sudah sampai masuk ke wilayah Depok. Sebagian lagi kami bergerak lewat sistem kemitraan dengan para pembeli karkas dan pedagang,” tambahnya.

​Menanggapi masukan dari berbagai pihak termasuk unsur legislatif, Dadang menegaskan komitmennya untuk selalu mendahulukan warga lokal dalam operasional bisnisnya.

Untuk cabang ke-3 di kawasan Cifor ini, operasional awal didukung oleh 12 personel yang mengurus pemotongan, keamanan, hingga kebersihan dengan kapasitas potong 4 sampai 6 ton per hari.

​Kendati demikian, Dadang mengakui tantangan terbesar bekerja di industri RPH adalah jam kerja yang tidak biasa karena aktivitas pemotongan mutlak dimulai pada malam hari.

​”Saya pribadi selalu mengutamakan warga sekitar. Tanpa dipungkiri, tantangannya adalah dunia ayam ini tidak mudah karena kita bekerja di malam hari. Namun harapan saya ke depan, minimal 30 persen atau bahkan sampai 70 persen pekerja di sini adalah warga pribumi asli sini, sepanjang mereka mau, siap, dan sanggup,” tuturnya.

​Di tengah situasi ekonomi nasional dan daya beli masyarakat yang dinilai sedang tidak menentu, Dadang memiliki resep tersendiri mengapa omset bisnisnya tetap stabil dan kokoh. Baginya, kunci utama bertahan dalam bisnis adalah menjaga pikiran bawah sadar agar selalu optimis.

​”Kuncinya itu semangat dan yakin. Tanpa disadari, keyakinan dan semangat di bawah alam sadar kita akan membuka pintu rezeki selebar-lebarnya. Jangan sampai kondisi ekonomi yang turun membuat mental kita ikut turun. Kita harus terus menanamkan pikiran: maju, maju, sukses, sukses! Insya Allah jalan akan terbuka,” kata Dadang memotivasi.

​Menutup kisah inspiratifnya, mantan penjual mie ayam ini mengingatkan bahwa faktor terbesar di balik kesuksesan Andalan Bisnis Grup saat ini bukanlah strategi bisnis semata, melainkan kekuatan spiritual dari keluarga.

​”Pengaruh dari doa itu sangat luar biasa. Terutama doa, cinta, dan kasih sayang dari orang tua yang tidak ada bekasnya, serta dukungan dari istri tercinta. Mereka wajib kita bahagiakan,” pungkas Dadang tersenyum.(Sally)