Dua Tim Mahasiswa FEB Unpak Lolos Pendanaan Innovillage 2025

Bogor, Infobogor.net – Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tim mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil lolos pendanaan pada program 6th Innovillage 2025 dan masuk dalam jajaran Top 180 tim terbaik se-Indonesia.
Kedua tim tersebut adalah Tim METAVERSE dengan inovasi KUMARA dan Tim MAGGOVISION dengan inovasi SIMORA.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Unpak dalam mendorong pengembangan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada pemecahan masalah sosial melalui pemanfaatan teknologi digital.

Tim METAVERSE Kembangkan Aplikasi KUMARA untuk UMKM Perempuan
Tim METAVERSE yang beranggotakan Hasbi Rizki Suardi, Wulan Permatasari, dan Riyan Ardiasyah dari Program Studi Bisnis Digital, dengan dosen pembimbing Delta Hadi Purnama, M.E.Sy., berhasil meloloskan inovasi berjudul KUMARA (Aplikasi Customer Relationship Management untuk Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM Menuju Ekonomi Berkelanjutan).
Program KUMARA berfokus pada peningkatan literasi digital, pengelolaan pelanggan, serta optimalisasi pemasaran digital bagi perempuan pelaku UMKM di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Melalui program ini, Tim METAVERSE memperoleh pendanaan sebesar Rp21.750.000 untuk pelaksanaan program selama 12 minggu.
Aplikasi KUMARA dilengkapi dengan fitur Digital Customer Record, Kumara Academy sebagai sarana edukasi dan pelatihan digital, serta integrasi marketplace untuk mendukung pemasaran produk UMKM.
Aplikasi ini dirancang agar mudah diakses melalui perangkat Android maupun platform web.
Selama masa implementasi, tim memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 100 perempuan pelaku UMKM, dengan target peningkatan omzet hingga 30 persen dalam tiga bulan setelah penggunaan aplikasi.
Program ini juga didukung oleh Pemerintah Desa Ciburayut, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, serta Telkom Indonesia, dan diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.
Sementara itu, Tim MAGGOVISION yang terdiri dari Rifli Ramadhan Sabililah (Manajemen), Nazla Primanita Gunawan (Bisnis Digital), dan Vira Haura Fauziyah (Farmasi), di bawah bimbingan Dr. Abel Ghandy, S.Pi., M.M., mengembangkan inovasi SIMORA (Smart IoT Maggot App for Organic Recycling and Advancement).
SIMORA merupakan sistem pengelolaan sampah organik berbasis Internet of Things (IoT) dan biokonversi maggot Black Soldier Fly, yang diterapkan di Kelurahan Cilendek Timur.
Wilayah tersebut menghasilkan sekitar enam ton sampah per hari, dengan 40 persen di antaranya merupakan sampah organik makanan.
Melalui aplikasi SIMORA, masyarakat memperoleh 500 poin digital untuk setiap satu kilogram sampah organik yang disetorkan. Sistem ini didukung sensor suhu, kelembapan, dan kadar amonia yang memantau proses biokonversi secara real time.
Program ini melibatkan sekitar 255 warga RW 003, kelompok wanita tani, kader lingkungan, serta pelaku UMKM, dengan dampak tidak langsung menjangkau lebih dari 1.000 warga.
Tim MAGGOVISION berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp21.700.000 yang digunakan untuk pembangunan unit biokonversi maggot berbasis IoT, pelatihan literasi lingkungan, penerapan sistem insentif, serta monitoring dampak program selama 12 minggu.
Program ini menargetkan penurunan sampah organik hingga 20 persen, peningkatan partisipasi pemilahan sampah rumah tangga hingga 60 persen, serta peningkatan literasi digital masyarakat hingga 75 persen, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Keberhasilan kedua tim tersebut mencerminkan peran aktif Unpak dalam mencetak mahasiswa yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Unpak lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi di tingkat nasional maupun internasional.
(Red)







Tinggalkan Balasan