Bogor, Infobogor.net – Pemerintah Kota Bogor bersama unsur TNI-Polri resmi memulai Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna mengamankan momen perayaan Idul Fitri. Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026).

​Sebanyak 1.418 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan kelancaran arus mudik, arus balik, serta kondusivitas keamanan di wilayah Kota Bogor.

​Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa ribuan personel tersebut merupakan sinergi dari berbagai instansi.

“Personel terdiri dari gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta melibatkan berbagai potensi masyarakat,” ujar Dedie usai memimpin apel Operasi Ketupat Lodaya di Kota Bogor, Kamis (12/3/2026) sore.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas warga, sebanyak enam pos pengamanan (Pospam) telah didirikan di seluruh wilayah strategis Kota Bogor. Selain itu, satu pos pelayanan terpadu disiagakan di Terminal Baranangsiang sebagai pusat koordinasi utama.

​Dedie menambahkan, sesuai dengan arahan Kapolri, pihak kepolisian memiliki wewenang diskresi untuk melakukan berbagai langkah taktis guna mengurai kemacetan.

​“Petugas di lapangan diperbolehkan melakukan rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka tutup jalur, penerapan contra flow, hingga kebijakan ganjil-genap. Kapolri sudah memberikan tugas diskresi ini kepada Polresta Bogor Kota untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam mengawal situasi Kamtibmas secara umum, melampaui sekadar pengaturan lalu lintas.

​“Kami laksanakan bersama. Bukan hanya fokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga menjaga situasi kamtibmas yang selama ini menjadi kegiatan rutin kami,” tegas Kombes Rio.

​Sebagai bentuk pelayanan ekstra kepada pemudik, Polri juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Warga Kota Bogor diperbolehkan menitipkan kendaraan mereka di Polsek terdekat guna menghindari risiko pencurian.

​“Rumah-rumah yang kosong ditinggal pemudik juga akan menjadi sasaran patroli rutin anggota kami. Intinya, kami di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota akan maksimal menjaga keamanan pra dan pasca-Hari Raya Idul Fitri,” tutupnya.(Sally)