Menuju Usia 14 Tahun, FOBB Kian Matang: Fokus Kontrol Sosial dan Hapus Stigma Premanisme

Bogor, Infobogor.net – Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui rapat koordinasi bulanan yang digelar di Mako KB FKPPI, Jalan Semboja, Kebon Kalapa, Bogor Tengah, Sabtu (2/5/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi aliansi ormas di Kota Bogor untuk menyatukan persepsi pasca-audiensi dengan Kapolresta Bogor Kota.
Ketua FOBB, Umar Dani, menyampaikan bahwa rapat kali ini fokus pada tindak lanjut arahan aparat penegak hukum terkait penguatan kemitraan strategis.
Ia menekankan bahwa FOBB harus menjadi garda terdepan dalam mendukung program Pemerintah Kota Bogor serta Forkopimda.
“Alhamdulillah, sore ini kita berkumpul di Mako KB FKPPI. Poin pentingnya adalah bagaimana kita menyikapi hal-hal yang terjadi di Kota Bogor. Kita adalah bagian dari pemerintahan, maka komitmen kita adalah menegakkan aturan. Jangan sampai ada aksi-aksi yang membuat masyarakat bingung, apalagi tindakan yang mengarah pada anarkisme dan vandalisme,” ujar Umar Dani saat ditemui di lokasi rapat, Sabtu sore, 2 Mei 2026.
Dalam rapat tersebut, hadir perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat, di antaranya BBRP, KB FKPPI, PPM, LMP, KPMP dan M1R. Meski beberapa ormas seperti Pemuda Pancasila (PP), AMS dan BBR berhalangan hadir karena agenda lain, Umar memastikan seluruh elemen tetap solid dalam satu visi.
Umar Dani menjelaskan bahwa ke depannya, FOBB telah menyepakati intensitas pertemuan formal akan dijadwalkan setiap tiga bulan sekali untuk evaluasi yang lebih mendalam.
Hal ini dilakukan mengingat usia FOBB yang akan memasuki 14 tahun, di mana eksistensinya telah diakui oleh para pemangku kebijakan di Kota Hujan.
“FOBB bukan sekadar wadah berkumpul, tapi sebagai fungsi kontrol sosial. Kami hadir untuk mengawal pembangunan dan membantu masyarakat. Jika ada warga yang butuh bantuan atau jembatan aspirasi, kami siap memfasilitasi kepada pihak terkait,” tambahnya.
Lebih lanjut, Umar memaparkan bahwa hasil pertemuan dengan Kapolresta Bogor Kota sebelumnya menjadi acuan utama dalam pergerakan organisasi.
FOBB berkomitmen menghapus stigma negatif ormas dengan menjauhkan diri dari praktik premanisme.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi di luar FOBB untuk bersama-sama menjaga kedamaian kota.
Menurutnya, pintu FOBB selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi bagi kemajuan Bogor.
“Kita ingin memajukan Forum Ormas Bogor Bersatu agar jauh dari kesan anarkis. Kita tunjukkan bahwa ormas bisa menjadi mitra sejajar dengan TNI-Polri dan Forkopimda dalam memastikan pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan stabilitas,” pungkas Umar Dani.
Rapat yang berlangsung tertib sejak pukul 16.00 WIB ini diakhiri dengan penguatan pakta integritas antar-ketua ormas yang hadir untuk terus menjaga komunikasi lintas organisasi demi kepentingan warga Kota Bogor.(Sally)







Tinggalkan Balasan