Bogor, Infobogor.net – Langkah sigap jajaran Polresta Bogor Kota berhasil menyelamatkan puluhan remaja dari petaka jalanan. Sebanyak puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga kuat hendak menggelar aksi tawuran, berhasil diamankan di kawasan Jalan Sholeh Iskandar pada Jumat (12/6/2026).

​Aksi pencegahan ini bermula dari laporan cepat masyarakat yang melihat adanya pergerakan mencurigakan dari sekelompok remaja. Tak butuh waktu lama, petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi dan menyergap para pelajar sebelum bentrokan berdarah pecah di jalanan yang padat membahayakan pengguna jalan lainnya.

​Berdasarkan keterangan dari Satgas Pelajar Kota Bogor, Martin, para pelajar yang terjaring operasi ini diduga berasal dari SMK Tri Dharma 1 dan SMK Tri Dharma 2.

​”Kami menerima informasi akurat adanya rencana tawuran massal. Alhamdulillah, berkat respons kilat Polresta Bogor Kota, rencana tersebut berhasil kita mentahkan sebelum terjadi bentrokan,” ungkap Martin tegas.

​Martin menggarisbawahi bahwa fenomena kenakalan remaja ini tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi atau pihak sekolah semata. Ada benteng pertahanan utama yang memegang peranan krusial, yaitu orang tua.

​”Kami mengetuk hati para orang tua. Tolong awasi ketat pergaulan dan aktivitas anak-anak kita, terutama setelah jam sekolah usai. Pastikan mereka langsung pulang ke rumah, bukan justru bergabung dengan kelompok yang memicu kekerasan,” tambahnya.

​Ia juga mengingatkan dampak fatal yang mengintai di balik aksi tawuran, mulai dari luka fisik yang cacat permanen, jeratan hukum pidana, hingga hancurnya masa depan.

​Saat ini, puluhan pelajar tersebut telah dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pendataan dan pembinaan intensif. Pihak Polresta Bogor Kota juga langsung memanggil pihak sekolah serta orang tua masing-masing pelajar agar memberikan efek jera dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

​Di akhir penyataannya, Satgas Pelajar Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menciptakan ruang yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

​”Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Masa depan mereka terlalu mahal untuk dipertaruhkan dalam aksi tawuran konyol yang hanya membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain,” pungkas Martin.(Sally).