Nostalgia Lintas Generasi di Bogor, Tiga Maestro Jazz Indonesia Hangatkan Panggung Buitenjazz Meet The Legends

Bogor, Infobogor.net – Pagelaran musik jazz bergengsi Buitenjazz Meet The Legends sukses digelar dengan meriah dan penuh kehangatan pada Sabtu malam, 20 Juni 2026.
Mengusung tema “An Intimate Jazz Rendezvous”, konser yang mempertemukan para maestro musik tanah air ini berhasil membius ratusan penonton yang memadati Grand Ballroom Puri Begawan, Kota Bogor.
Atmosfer bernuansa jazz club retro-elegan yang dihadirkan di dalam ruangan membuat interaksi antara musisi legendaris dan penggemar terasa begitu dekat dan eksklusif.
Kemeriahan acara dibuka secara apik oleh penampilan memukau dari diva jazz legendaris Indonesia, Ermy Kullit. Penyanyi yang dijuluki sebagai Salena Jones Indonesia ini langsung mengambil alih panggung dan membawa penonton larut dalam ruang nostalgia.
Mengawali karier gemilangnya sejak awal era 1970-an dengan merilis album perdana pada tahun 1974, Ermy Kullit membuktikan pesonanya tidak pernah pudar. Puncak popularitasnya yang besar di era 1980-an hingga 1990-an kembali terpancar kuat lewat karakter vokalnya yang khas dan berat di atas panggung Buitenjazz.
Dalam penampilannya malam itu, Ermy Kullit membawakan sederet tembang hits abadi yang sudah sangat akrab di telinga para penikmat musik lintas generasi.
Lagu-lagu bernuansa jazz dan bossas seperti Kasih, Walau Dalam Mimpi, Pasrah, Rela, Aku Jatuh Cinta, hingga Cintaku Abadi mengalun indah dan sukses memicu aksi sing-along massal dari bangku penonton.
Penampilan pembuka yang elegan ini berhasil membangun standar estetika pertunjukan yang tinggi sejak awal konser dimulai.
Suasana di Grand Ballroom Puri Begawan terasa semakin malam semakin asyik dan semarak ketika giliran Deddy Dhukun naik ke atas panggung.
Maestro yang dikenal luas sebagai salah satu legenda musik Indonesia ini langsung menghidupkan suasana lewat karya-karyanya yang sangat ikonik dan abadi.
Sebagai seorang pencipta lagu ulung, Deddy Dhukun memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun komunikasi yang interaktif dan jenaka dengan penonton, sehingga membuat ritme pertunjukan mengalir dengan sangat cair.
Ketukan musik berenergi dan melodi pop-jazz yang dinamis semakin sempurna dengan kehadiran maestro serbabisa, Mus Mujiono.
Musisi yang akrab disapa Nono ini memamerkan ciri khas vokal halusnya yang dipadukan dengan permainan gitar pop-jazz yang sangat berkarakter dan atraktif.
Sinergi antara keandalan Deddy Dhukun dalam merangkai nada dan kepiawaian Mus Mujiono dalam mengeksplorasi instrumen gitar menjadi salah satu daya tarik utama yang paling dinantikan dalam konser Buitenjazz edisi kali ini.
Kolaborasi maut kedua maestro ini membawakan deretan lagu populer yang pernah merajai tangga musik Indonesia, seperti Tanda-Tanda, Arti Kehidupan, Seputih Kasih, dan Mawar Berduri.
Tidak ketinggalan, mahakarya ciptaan Deddy Dhukun bersama mendiang Dian Pramana Poetra yang bertajuk Keraguan juga dibawakan dengan aransemen yang memukau.
Penonton kembali dibuat bergoyang saat lagu-lagu legendaris dari kelompok 2D seperti Masih Ada serta lagu anthem sejuta umat Semua Jadi Satu berkumandang kuat, menutup malam penuh memori di Kota Bogor dengan kepuasan mendalam bagi seluruh pencinta musik jazz yang hadir.







Tinggalkan Balasan