Bogor,Infobogor.net – Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Paledang, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kebakaran tersebut melanda rumah makan Warmindo dan merambat ke sejumlah bangunan di sekitarnya. Sedikitnya empat warung, satu rumah dan satu unit mobil dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kasi Pemadaman Kebakaran Kota Bogor, Abiyun, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut keterangan saksi bernama Alwi, api diduga pertama kali muncul akibat korsleting listrik di bagian atap salah satu bangunan.

“Menurut saksi atas nama Alwi, awal terjadinya korsleting di bagian atap. Kemudian menjalar dan membesar, sehingga merambat ke empat objek, empat warung, satu rumah, dan satu mobil yang terdampak,” kata Abiyun.

Abiyun memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan tidak ada korban luka-luka,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 1,5 jam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Sekitar 1,5 jam kita lakukan pemadaman. Sekarang masih pendinginan,” jelasnya.

Ia menyebut proses pemadaman berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

“Korsleting listrik,” tegas Abiyun.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak lima unit kendaraan pemadam kebakaran dari Kota Bogor dikerahkan. Petugas juga mendapat bantuan satu unit dari Damkar Kabupaten Bogor, satu unit BPBD, serta dua unit ambulans.

Sementara itu, seorang saksi bernama Ihsan mengaku sempat mencium bau asap sebelum api terlihat membesar.

Saat itu, ia sedang duduk di sekitar lokasi. Awalnya Ihsan mengira asap tersebut berasal dari pembakaran sampah yang biasa terjadi di sekitar lokasi.

“Saya sebenarnya lagi duduk di sini, awalnya mencium bau asap. Cuma karena kebiasaan itu ada yang bakar di depan, saya kira asap dari kebakaran sampah,” kata Ihsan.

Tak lama kemudian, warga berteriak memberitahukan adanya asap yang keluar dari bagian atas Warmindo. Saat itu kondisi Warmindo sedang terdapat sejumlah pelanggan yang tengah makan.

“Terus ada orang lewat teriak-teriak, ada asap dari atas Warmindo. Jadi tadi tuh orang lagi pada makan di sana, langsung diteriakin, langsung pada keluar,” ujarnya.

Menurut Ihsan, asap kemudian berubah menjadi hitam dan semakin tebal hingga api membesar.

“Langsung asapnya hitam, gede, langsung api membesar,” katanya.

Ihsan menjelaskan, sumber awal asap diduga berasal dari plafon ruangan kosong di sebelah Warmindo. Ruangan tersebut dalam kondisi terkunci dan tidak sedang digunakan.

“Asap awal itu dari plafon, dari ruangan sebelah yang kosong, samping Warmindo. Cuma mungkin karena memang sirkulasinya dia lebih padat, jadi asapnya itu kayak seolah-olah di atas Warmindo keluarnya. Terus merembet ke sebelah,” jelasnya.

Ia mengatakan saat kejadian terdapat kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi. Salah satu mobil disebut tidak dapat segera dipindahkan karena dalam kondisi terkunci.

“Yang satu emang ada orangnya, langsung pada dipindahin. Yang satu itu mobil itu kayaknya yang punya Warmindo, orangnya yang punya nggak ada,” ujarnya.

Sementara itu, karyawan Warmindo bernama Alwi mengatakan saat kejadian dirinya sedang melayani pelanggan. Saat itu terdapat sekitar tiga konsumen yang sedang makan di dalam Warmindo.

Menurut Alwi, percikan api berasal dari bangunan kosong yang berada di samping Warmindo dan sedang dalam proses rehabilitasi.

“Di samping ruko yang sedang direhab. Di situ enggak lama kemudian muncul api. Jadi enggak begitu lama langsung ngelalap semua,” kata Alwi.

Ia mengatakan sumber percikan api berada di bangunan sebelah yang dalam kondisi kosong dan terkunci.

“Kebetulan di situ kosong. Jadi posisi dikunci, digembok semua. Enggak ada kegiatan apa pun,” ujarnya.

Alwi mengaku dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu warga bahwa asap tebal sudah terlihat dari bagian atas bangunan.

“Saya sendiri dikasih tahu sama warga yang lihat bahwa di atas sudah ada ngepul asap gede. Jadi enggak lama dari situ, selang berapa menit kemudian api udah gede. Ngelalap semua,” tuturnya.

Alwi menyebut deretan bangunan yang berada di sekitar lokasi terdiri dari Warmindo, bangunan kosong di sebelahnya, rumah di bagian belakang, serta sejumlah kios lainnya.

Ia juga membenarkan satu unit mobil yang terdampak merupakan kendaraan milik pemilik Warmindo. Mobil tersebut biasa dititipkan dan terparkir di lokasi.

“Alhamdulillah enggak ada,” kata Alwi saat ditanya mengenai korban.

Hingga proses pemadaman selesai, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.(Sally)