Kunci Target Juara Umum Keempat, Skuad Judo Kota Bogor Borong 4 Emas Sekaligus dan Siap Gebrak PON 2028
Bogor,Infobogor.net – Kontingen cabang olahraga (cabor) judo Kota Bogor kembali mengukir prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Memasuki hari ketiga pertandingan, skuad judo Kota Hujan sukses memborong medali dengan rincian 4 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Capaian fantastis ini mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi. Ia memuji konsistensi para atlet yang terus mendulang medali dan optimistis target juara umum dapat terlampaui.
”Alhamdulillah dari cabor judo terus mendulang emas di hari ini. Diperoleh 4 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Mudah-mudahan dengan sisa dua kali pertandingan lagi besok dan hari Senin, perolehan medali bisa melebihi target yang telah ditetapkan,” ujar Denny Mulyadi saat memberikan dukungan langsung di GOR B Pajajaran Kota Bogor pada Sabtu, 7 November 2026
Denny juga menyampaikan optimismenya terhadap cabor-cabor lain di bawah naungan kontingen Kota Bogor agar dapat tampil lebih optimal demi mengamankan target medali secara keseluruhan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor, Andri Hikmat, mengakui bahwa hasil gemilang di hari ketiga ini bahkan sudah melampaui target dan ekspektasi awal, terutama dari perolehan medali perak dan perunggu.
”Baik, bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahirabbil alamin puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pada hari ketiga judo, alhamdulillah bisa menyumbangkan 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Jujur ini sudah di atas ekspektasi, terutama yang perak dan perunggu. Sebetulnya target kami hari ini 4 emas, dan itu sudah sangat disyukuri,” ungkap Andri.
Salah satu sorotan paling membanggakan dalam pertandingan hari ketiga adalah penampilan impresif para atlet junior Kota Bogor. Di usia yang masih sangat belia, para atlet muda ini mampu mengimbangi bahkan memberikan perlawanan sengit kepada para senior yang merupakan atlet nasional.
”Alhamdulillah para atlet junior dapat memperlihatkan kualitasnya. Apalagi tadi di kelas bebas, di kelas 78 kg plus, ada atlet yang masih duduk di bangku SMP kelas 2 hampir bisa mengalahkan juara PON dua kali sekaligus peraih medali SEA Games. Ini tentu menjadi bekal luar biasa untuk masa depan mereka,” puji Andri.
Adapun deretan penyumbang medali bagi judo Kota Bogor di hari ketiga meliputi:
Medali Emas:
Fathurrahman (Kelas -66 Kg Putra)
Dewa Adik Rama (Kelas -73 Kg Putra)
Siti Latifah (Kelas -70 Kg Putri)
Perwakilan kelas Junior lainnya
Medali Perak & Perunggu (Didominasi Atlet Junior):
Dimas (Perunggu, Kelas -55 Kg Putra)
Natasya Putri (Perunggu, Kelas -78 Kg Putri)
Tiara Afrika (Perunggu, Kelas +78 Kg Putri, atlet SMP kelas 3)
”Alhamdulillah sampai dengan hari ketiga, dari semua atlet judo Kota Bogor yang turun di Porprov ini semuanya sukses menyumbangkan medali. Total hingga hari ini kita telah mengamankan 9 medali emas, 1 perak, dan 5 perunggu,” jelas Andri.
Perjuangan kontingen judo Kota Bogor belum usai. Jadwal pertandingan masih menyisakan 17 kelas perorangan serta 1 nomor beregu bebas yang akan digelar pada hari-hari berikutnya.
”Mudah-mudahan besok kita masih bertarung di 17 kelas dan ditambah hari Senin untuk kelas beregu bebas, semoga kembali mendulang emas. Mohon doa dari seluruh warga Bogor dan teman-teman media, semoga kami bisa mengamankan gelar juara umum untuk keempat kalinya secara beruntun di ajang Porprov Jawa Barat ini,” harapnya.
Bagi kubu judo Kota Bogor, kesuksesan hari ini bukanlah garis finis. Pihaknya langsung mengalihkan fokus untuk menyiapkan pembinaan jangka panjang demi menghadapi Babak Kualifikasi (BK) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB, serta ajang internasional SEA Games.
”Bagi kami di judo tidak ada kata berhenti dan istirahat. Usai Porprov ini, kami langsung menggenjot persiapan menuju PON 2028 di NTB. Di tahun 2027 kita sudah harus mengikuti babak kualifikasi, begitu juga persiapan untuk SEA Games karena banyak atlet kami yang berpotensi mewakili Indonesia,” tegas Andri.
Pihaknya menerapkan sistem pembinaan berjenjang yang ketat, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga kategori senior, dengan mempersiapkan sekitar 26 atlet junior sebagai pelapis regenerasi.
”Sistem pembinaan kami berjenjang dari bawah agar ketika seniornya purna tugas atau memasuki masa transisi menjadi pelatih, para atlet junior di bawahnya sudah siap naik tingkat menggantikan posisi mereka,” pungkasnya.(Sally)

Tinggalkan Balasan