Bogor, Infobogor.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mematangkan langkah transformasi pengelolaan sampah melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bertempat di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Kamis (23/4/2026), Pemkot menggelar sosialisasi rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kayumanis.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, mulai dari Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Komisi I dan III DPRD dapil Tanah Sareal, perwakilan berbagai dinas terkait seperti DLH, Bapperinda, PWI Kota Bogor, TNI/Polri dan tokoh masyarakat dari RW 006, 011, dan 013 Kelurahan Kayumanis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan bahwa PSEL Kayumanis merupakan amanat Perpres 109 Tahun 2025.

Proyek ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang mengatasi beban sampah di wilayah aglomerasi.

“Hari ini kita sudah mulai tahapan-tahapan terkait rencana pembangunan PSEL. Kami mengundang warga Kayumanis karena lokasinya berada di sana. Alhamdulillah, untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini kita mendapat dua lokasi,” ujar Denny Mulyadi pada Kamis, (23/4).

Denny memaparkan, lokasi pertama berada di Galuga (Tugas Pertama) yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Provinsi Jawa Barat.

Rencananya, peletakan batu pertama (groundbreaking) di Galuga akan dilaksanakan pada Juni mendatang dengan kapasitas 1.500 ton per hari.

Sedangkan untuk lokasi kedua, yakni PSEL Kayumanis (Tugas Kedua), akan difokuskan untuk melayani wilayah aglomerasi dengan kapasitas sekitar 300 ton sampah per hari.

“Kami sampaikan bahwa proses ini terus berjalan. Mudah-mudahan jika tidak ada halangan, proses lelang untuk PSEL Kayumanis akan dimulai pada bulan Mei mendatang.

Terkait amdal dan teknis lainnya, nanti akan dikomunikasikan secara mendalam dengan warga setelah ada pemenang lelang,” tambah Denny.

​Senada dengan pemerintah, dukungan pun mengalir dari unsur masyarakat. Ketua Tokoh Masyarakat Kelurahan Kayumanis, K.H. Cecep Fatahilah, menyatakan kesiapannya untuk mengawal proyek ini demi keasrian Kota Bogor.

Menurutnya, pengelolaan sampah dengan teknologi ramah lingkungan seperti insinerasi adalah langkah maju agar sampah tidak menjadi musibah di kemudian hari.

​”Ini adalah kepentingan kita bersama untuk penataan kota yang ramah dan indah. Kita ingin ke depannya lebih baik lagi, tidak merusak alam tapi ditata dengan cantik. Saya secara pribadi dan mewakili tokoh-tokoh RT/RW di Kayumanis mendukung penuh karena ini untuk kemajuan bersama, bukan kepentingan pribadi,” tegas K.H. Cecep Fatahilah.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Kayumanis tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pembangunan teknologi canggih ini.

Cecep berharap ada komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan warga agar proyek PSEL ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

“Kita lihat di negara lain seperti Singapura atau Cina sudah berhasil. Bahkan pengalaman saya melihat di Mekkah, pengelolaannya luar biasa. Sekarang saatnya Kota Bogor menerapkan itu. Yang terpenting, ke depan harus ada komunikasi dan edukasi yang baik agar warga benar-benar merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Pembangunan PSEL Kayumanis ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Bogor dalam menerapkan ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan dikonversi menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(Sally)