Bogor, Infobogor.net – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor mencatat pertumbuhan signifikan pada sejumlah indikator usaha mikro, kecil, dan menengah hingga 2025.

Mulai dari jumlah pelaku usaha, nilai ekspor, hingga perkembangan koperasi menunjukkan tren positif di Kota Hujan tersebut.

Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa jumlah UKM yang terdaftar di Kota Bogor hingga tahun 2025 telah mencapai 43.425 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.753 UKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting bagi pelaku usaha agar bisa mengakses berbagai program pemerintah dan memperluas pasar mereka,” ujar Rahmat pada Jum’at (27/3).

Di sektor industri kecil dan menengah (IKM), Dinkukmdagin mencatat jumlah IKM di Kota Bogor telah mencapai 1.615 unit hingga 2025.

Sementara itu, dari sisi perdagangan internasional, sebanyak 40 pelaku usaha tercatat aktif melakukan ekspor dengan total nilai ekspor Kota Bogor mencapai Rp 119.388.852,71. Rahmat menyebut angka ini menjadi cerminan daya saing produk lokal Kota Bogor di pasar global.

Di sektor perkoperasian, Rahmat memaparkan bahwa dari total koperasi yang ada, sebanyak 100 koperasi atau 15,60 persen telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Jumlah yang sama, yakni 100 koperasi (15,60 persen), masuk dalam kategori koperasi sehat. Adapun 106 koperasi atau 11,21 persen masuk kategori berkualitas.

“Kami juga mencatat ada 68 Koperasi Konsumen Masyarakat Produktif (KKMP) yang aktif beroperasi di Kota Bogor,” tambah Rahmat.

Rahmat berharap capaian ini menjadi pijakan untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem usaha di Kota Bogor, khususnya dalam memperkuat daya saing UKM lokal dan meningkatkan kesehatan koperasi secara menyeluruh.(Sally)