Bogor, Infobogor.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi membuka gelaran bursa kerja atau Job Fair 2026 di Mal Jambu Dua, Kota Bogor, pada Senin (8/6/2026).

Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Pemkot Bogor berkolaborasi dengan 30 perusahaan lokal hingga nasional untuk menyediakan sedikitnya 119 jabatan dengan total 3.212 posisi lowongan pekerjaan yang terbuka bagi masyarakat luas.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat membuka acara menyatakan bahwa kuota lowongan kerja yang disediakan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar di angka 1.700 lowongan.

Uniknya, kesempatan kerja kali ini tidak hanya terbatas bagi warga berdomisili Bogor, melainkan juga terbuka bagi para pencari kerja dari luar daerah tanpa adanya diskriminasi.

“Ada 3.212 lowongan yang terbuka luas bagi masyarakat, tidak hanya warga Bogor saja, dari luar kota juga berhak ikut terlibat. Rugi rasanya jika para pencari kerja tidak datang dan mencoba mendaftarkan diri. Kami memantau langsung ke beberapa booth, dan peluang yang ditawarkan sangat banyak serta bervariasi,” ujar Jenal Mutaqin di lokasi acara, Senin (8/6/2026).

Jenal juga mengapresiasi fleksibilitas syarat pendidikan yang diterapkan oleh perusahaan mitra. Selain lulusan minimal SMA/sederajat, terdapat pula perusahaan penyalur tenaga kerja (outsourcing) berskala besar yang membuka peluang bagi masyarakat dengan ijazah minimal SMP.

Menurutnya, kolaborasi multi-pihak ini merupakan langkah konkret dan konsisten dari Pemkot Bogor untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami di Pemkot Bogor, ikhtiar sekecil apa pun merupakan langkah yang positif. Kami tidak selalu melihat hal yang langsung besar, tetapi konsistensi dan keistiqomahan dalam berkolaborasi inilah yang akan mempercepat pencapaian visi misi kota. Semoga langkah sosial positif ini membuktikan bahwa pemerintah terus bergerak melibatkan masyarakat,” tambah Wakil Wali Kota.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bogor, Adi Novan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair ini didorong oleh komitmen untuk menekan angka pengangguran di Kota Bogor yang masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data dinas terkait, angka pengangguran di Kota Bogor berada di kisaran 7,9 persen atau sekitar 45.000 orang.

Tantangan ini kian dinamis seiring adanya kelulusan baru dari jenjang SMA dan SMK setiap tahunnya, di mana tidak semua lulusan tersebut langsung melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau terserap ke dunia kerja.

“Angka pengangguran kita masih cukup tinggi. Oleh karena itu, Job Fair ini menjadi salah satu dari berbagai upaya yang kami lakukan. Harapan kami tentu penyerapan tenaga kerja bisa maksimal, dan para peserta bisa mengoptimalkan potensi serta peluang yang sudah disiapkan bersama perusahaan yang mayoritas berskala nasional ini,” jelas Adi Novan.

Adi menambahkan, Disnaker menargetkan tingkat penerimaan minimal mencapai 20 persen dari total lowongan yang tersedia. Sebagai informasi, pelaksanaan Job Fair tahun lalu yang digelar di dua lokasi berbeda berhasil menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja.

Melalui bursa kerja terpusat di Mal Jambu Dua kali ini, Pemkot Bogor berharap hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara dunia industri dan pencari kerja, terutama para lulusan baru (fresh graduate), dapat berjalan lebih optimal tanpa adanya batasan gender maupun domisili.(Sally)